Banten Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan
Serang, 19/2/2026 — Satuan Tugas Swasembada Pangan Provinsi Banten menyelenggarakan Kegiatan Konsolidasi Keberlanjutan Swasembada Pangan Provinsi Banten Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Dinas Pertanian Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga dan melanjutkan capaian swasembada pangan yang telah diraih Provinsi Banten.
Konsolidasi dihadiri oleh Kepala Balai Besar BRMP Banten, Kepala Balai Besar PPMBTPH, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, serta Prof. Dedi Nursyamsi sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Lepas Sambut Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Provinsi Banten dari periode sebelumnya, Andi Muhammad Idil Fitri, S.E., M.M. (Kepala Balai Besar PPMBTPH) kepada PJ yang baru Tiurmauli Silalahi, S.P., M.M. (Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan).
Kepala Balai Besar PPMBTPH menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Banten yang sangat baik dalam mendukung swasembada pangan nasional. Capaian tersebut tercermin dari peningkatan produktivitas, realisasi luas tambah tanam (LTT), serta keberhasilan pelaksanaan berbagai program strategis Kementerian Pertanian di wilayah Banten.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, Tiurmauli Silalahi, S.P., M.M., menegaskan komitmennya untuk siap bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga dan memperkuat swasembada pangan Provinsi Banten ke depan, khususnya melalui penguatan hilirisasi hasil tanaman pangan.
Kepala Balai Besar BRMP Banten, Andry Polos, S.Kom., M.Si., dalam arahannya mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi sebagai satu rumah besar Kementerian Pertanian, serta memperkuat kolaborasi lintas unit dalam mewujudkan keberlanjutan swasembada pangan di Provinsi Banten.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dr. Ir. H. Agus M. Tauchid S., M.Si., menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam mengawal program strategis Kementerian Pertanian. Menurutnya, keberlanjutan swasembada pangan Banten sangat bergantung pada pendampingan yang konsisten dan berkualitas di tingkat lapangan. Pihaknya juga menegaskan bahwa capaian Banten sebagai peringkat ke-8 produsen beras nasional merupakan bagian penting dari catatan sejarah kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan yang telah dicapai melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tentang Percepatan Swasembada Pangan harus dijaga keberlanjutannya. Tahun 2026, menurutnya, menjadi fase penting untuk mempertahankan dan menguatkan capaian swasembada pangan dengan dukungan penuh dari penyuluh pertanian dalam mendongkrak produksi dan produktivitas sektor pertanian.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat memperkuat sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan Provinsi Banten, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.